55 Desa di Kaltim Naik Status Jadi Desa Mandiri
POSKOTAKALTIMNEWS, SAMARINDA: Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Sebanyak 55 desa berstatus Desa Maju di Kaltim berhasil naik kelas menjadi Desa Mandiri.
Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud menyampaikan,
peningkatan status tersebut menjadi capaian penting dalam pembangunan dan
pemberdayaan masyarakat desa di Benua Etam.
“Alhamdulillah 55 desa di Kaltim naik status
jadi Desa Mandiri, sebelumnya mereka masih berstatus Desa Maju,” kata Rudy
Mas’ud saat memimpin Morning Briefing di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur
Kaltim, Senin (21/9/2026).
Menurut Rudy, capaian tersebut menjadi catatan
tersendiri karena dalam satu tahun terdapat 55 desa dalam satu provinsi yang
secara bersamaan berhasil meningkatkan statusnya menjadi Desa Mandiri.
Selain peningkatan jumlah Desa Mandiri,
capaian lainnya juga terjadi pada tiga desa tertinggal di Kecamatan Bongan,
Kabupaten Kutai Barat. Ketiga desa tersebut, yakni Gerunggung, Tanjung Soke dan
Deraya, kini berhasil meningkat statusnya menjadi Desa Berkembang.
Ketiga desa tersebut sebelumnya berstatus Desa
Tertinggal dan beberapa pekan lalu dikunjungi langsung Gubernur Rudy Mas’ud.
Kunjungan tersebut menjadi momentum bersejarah karena merupakan kunjungan
pertama Gubernur Kaltim ke tiga desa yang selama ini dikenal memiliki
keterbatasan akses tersebut.
Dalam kunjungan itu, Rudy Mas’ud langsung
menginstruksikan pembangunan akses jalan, penyediaan listrik, serta peningkatan
layanan kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat.
Rudy juga mengapresiasi jajaran perangkat
daerah Pemprov Kaltim yang bergerak cepat dalam memberikan pelayanan dasar
kepada masyarakat di wilayah tersebut.
Apresiasi disampaikan kepada Dinas Pekerjaan
Umum, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Dinas ESDM, Dinas
Kominfo, serta perangkat daerah terkait lainnya.
“Mudah-mudahan
ini jadi ladang amal ibadah kita semua membuka desa-desa tertinggal. Terima
kasih kepada semua OPD yang sudah bekerja keras ke sana,” ujar Rudy.
Ia menegaskan, pembangunan akses tidak hanya
diarahkan untuk menghubungkan Gerunggung, Tanjung Soke dan Deraya dengan
wilayah perkotaan di Kalimantan Timur maupun Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ke depan, akses tersebut juga diharapkan dapat
membuka konektivitas dengan wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
“Saya ingin membayar ketertinggalan mereka
selama ini dengan membuka akses yang lebih baik,” tegasnya.
Rudy berharap peningkatan status desa dan
pembukaan akses dasar tersebut dapat terus mendorong pemerataan pembangunan
sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Kaltim.
Morning Briefing turut dihadiri Wakil Gubernur
Kaltim Seno Aji, Sekretaris Daerah Sri Wahyuni, Ketua Tim Ahli Gubernur Irianto
Lambrie, para Asisten serta pimpinan OPD di lingkungan Pemprov Kaltim.(mar)